Rabu, 16 Maret 2011

Mengasihi Mertua

Dunia 'mengajarkan' Ibu mertua itu selalu 'kejam', selalu membela anak ketimbang menantunya. Maka, Anda pun mati-matian menolak ajakan suami untuk tinggal di rumahnya. Namun benarkah ketakutan terhadap mertua selalu terjadi ?

Berikut sebuah kisah fiktif yang dapat dijadikan teladan hubungan antara seorang menantu dan mertuanya.

Ceritanya, Marni dan Reno (nama rekaan dalam kisah ini) memutuskan untuk menikah. Lalu dengan alasan kondisi eknomi, mereka tinggal di rumah Reno bersama kedua orang tuanya.

Namun, sikap sang mertua yang awalnya menerima keberadaan Marni, lama-kelamaan mulai berubah. Dari mulai menggunjingkan Marni pada tetangga, menjelek-jelekkan di hadapan keluarga besar, bahkan yang belakangan semakin bertambah parah, Marni mulai mendapat sindirian hingga cacian. Marni yang mulanya berusaha bersabar, lama kelamaan mulai menanam kebencian dalam hatinya, dan mulai berpikir hal yang tidak-tidak.

Sampai suatu hari, Marni tidak sanggup lagi. Ia memutuskan meminta racun makanan pada seorang dukun, demi melenyapkan nyawa sang mertua perlahan-lahan. Tanpa banyak tanya, sang dukun pun memberikan racun yang wajib dibubuhkan pada setiap makanan. Maka, ketika ibu Reno kembali menyindir at
au mencaci Marni pada hari-hari selanjutnya, Marni hanya menanggapi dengan senyuman sambil meminta maaf. Dia pikir "Toh, usia orang tua itu tak akan lama lagi "

Lama-kelamaan, bukan hanya sikap Marni yang berubah, tetapi sikap ibu Reno pun mulai melunak. Tak ada lagi sindiran, karena sang mertua justru memuji kelezatan masakannya pada tetangga, dan membela Marni jika keluarga lain menyalahkannya. Perubahan ini membuat Marni was-was, karena ia juga mulai menyayangi orang tua itu.

Takut akan ajal segera menjemput mertuanya , Marni kembali pada sang dukun demi meminta penawar racun tersebut. Namun betapa terkejutnya Marni saat sang dukun mengatakan bahwa bubuk putih yang diberikannya tempo hari sebenarnya adalah penyedap masakan.

Cerita dicopas dari wedding-belle

-------
Dari kisah tersebut, meskipun fiksi tapi kita dapat menarik teladan yang disampaikan. KASIH bisa mengubah situasi, saat Marni disindir dia membalas dengan senyum ( biarpun awalnya dia melakukannya terpaksa ) , hal tersebut terjadi terus menerus sehingga sikap mertua kepadanya juga berubah. Dan akhirnyaaa.. kasih mengubah kedua orang tersebut.

Tips dari saya, selama hidup bersama mertua , taburlah kebaikan terus menerus, hormatilah dan kasihilah mertua seperti ortu sendiri. Kalau punya makan atau masakan selalu berbagi dengan mertua. Jika pergi ataupun jalan-jalan selalu belilah sedikit untuk mertua ( bisa berupa snack ataupun barang yang bisa dipakai )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar